MANADO, TayangManado.com – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara kembali menjalankan program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) tahun 2026. Bahkan 91 pelaku usaha dari 187 yang mendaftar tengah menjalani tahapan kurasi.
“Tahun ini kami akan menjaring 30 Wanua dan 30 Patua yang lolos kurasi,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto, hari ini.
BI berharap program ini akan mampu meningkatkan perekonomian daerah itu. Apalagi Sulut kaya dengan sumber daya dan potensi unggulan.
“Kita sadari bersama bahwa Sulawesi Utara merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya dan potensi unggulan, kekayaan hasil laut yang melimpah, hingga semangat masyarakat yang pantang menyerah,” sebut Joko.
Menurutnya, program Patua dan Wanua ini merupakan program unggulan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara sejak 2020 untuk meningkatkan daya saing petani dan UMKM lokal.
“Tahun ini merupakan angkatan ke-7 bagi Wanua dan ke-6 bagi Patua,” sebutnya.
Program ini berfokus pada pelatihan, pendampingan, dan akses pasar, dengan 228 alumni (84 Patua, 144 Wanua) hingga tahun 2025. Peserta Patua dan Wanua tahun 2026 berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sulut
Melalui program ini, BI terus berupaya memberikan nilai tambah terhadap potensi yang ada agar para petani dan pelaku usaha tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif dan berdaya saing tinggi, tidak hanya di Provinsi Sulawesi Utara, namun juga di pasar nasional bahkan global.
Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulut Reza Dotulong mengatakan program ini merupakan wujud nyata dan komitmen BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
“Ini merupakan langkah yang sangat strategis, dalam mendukung upaya Pemerintah Sulut menjaga inflasi tetap stabil, dan target pertumbuhan ekonomi tahun yang yang mencapai 6-7 persen,” kata Reza.
(RG)





