MANADO, TayangManado.com – Tahukah Anda bahwa sampai tahun ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara sudah membina 229 UMKM yang ada di Bumi Nyiur Melambai? Persebarannya pun sudah menyentuh 15 kabupaten kota se_Sulut.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menjelaskan BI Sulut membagi dua kategori UMKM yang dibina. Pertama yakni Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (WANUA) dan kedua yaitu PATUA ( Petani Unggulan Sulawesi Utara).
“Saat ini UMKM binaan kita terdiri atas 146 WANUA dan 83 PATUA,” jelas Joko kepada TayangManado.com, Jumat (12/9/2025).
Adapun WANUA terdiri atas 102 UMKM Makanan/Minuman olahan, 21 UMKM Kerajinan/Kriya, 4 UMKM Fashion/Ready to Wear, 12 UMKM Kopi, dan 7 UMKM dengan komoditas lainnya yang tersebar di 12 kabupaten kota. Sedangkan PATUA terdiri atas 56 komoditas cabai, 9 tomat, 3 bawang merah, 6 padi, 3 jagung, dan 6 komoditas lainnya yang telah tersebar di 15 kabupaten kota.
Joko menjelaskan BI Sulut turut menjalankan berbagai program pengembangan UMKM yang mengacu pada 3 pilar sebagai framework. Pertama penguatan korporatisasi, kemudian peningkatan kapasitas, dan terakhir yaitu perluasan akses pembiayaan.
Patua dan Wanua sendiri adalah program yang merupakan serangkaian pelatihan sejak tahun 2020 dan pada menyasar pada UMKM sektor fashion, kerajinan serta makanan dan minuman olahan khas daerah untuk program WANUA serta kelompok tani pangan strategis untuk program PATUA.
“Pendekatan pelatihan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir atau end-to-end proses, menyesuaikan tahapan perkembangan usaha mulai dari kelompok subsisten hingga pelaku ekspor,” pungkasnya.
(RG)





