MANADO, TayangManado.com – Lebih 250 mahasiswa, termasuk Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang berasal dari perguruan tinggi di Provinsi Sulawesi Utara hadir dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2025 Series#3 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, kemarin.
Mahasiswa yang hadir berasal dari Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Universitas Klabat, Universitas Katolik De La Salle Manado, Institut Agama Islam Negeri Manado dan Politeknik Negeri Manado. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang terdiri dari talkshow bersama otoritas sektor keuangan, sesi berbagi pengalaman dari praktisi keuangan, kuis interaktif dan booth edukasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar tentang literasi keuangan secara aplikatif dan menyenangkan.
Kegiatan yang diinisiasi berkat kolaborasi Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan edukasi nasional yang digelar secara konsisten sejak tahun 2021 sebagai wujud sinergi antar otoritas keuangan dalam memperkuat pemahaman dan keterampilan masyarakat, utamanya generasi muda dalam mengelola keuangan. Dengan mengusung tema besar “Generasi Muda Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas” dan sub-tema “Cerdas Finansial Sejak Dini: Muda Bijak, Masa Depan Cerah”, penyelenggaraan LIKE IT 2025 di Manado menegaskan peran sentral generasi muda yang saat ini mendominasi demografi Indonesia dan akan menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi nasional di masa depan.
Pimpinan Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Ruth A. Cussoy Intama menyampaikan mayoritas komposisi penduduk Indonesia merupakan generasi muda yang memberikan peluang besar dalam penguatan basis investor domestik. Per Juli 2025, jumlah investor telah mencapai lebih dari 17,47 juta dengan 79% diantaranya adalah generasi muda.
”Angka tersebut selain menunjukkan antusiasme tinggi, juga menuntut literasi keuangan yang lebih matang agar keputusan investasi dilakukan secara cerdas, cermat dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan literasi keuangan tidak hanya sebatas mengenal produk dan layanan, tetapi juga menyangkut kemampuan melindungi diri dari risiko penipuan digital serta memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen keuangan. Didukung literasi yang memadai, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, namun juga menjadi agen perubahan dalam mendorong perilaku keuangan yang sehat dan produktif di lingkungan sekitarnya.
(RG)






