MANADO, TayangManado.com – Harga cabai rawit merah (rica) di Sulawesi Utara terbilang tinggi. Di Pasar Pinasungkulan contohnya, harga rica menyentuh Rp96 ribu.
Kenaikan harga rica itu bakal berdampak bagi masyarakat yang merayakan Pengucapan Syukur bulan ini. Sebab biasanya di momen Pengucapan Syukur, masyarakat Sulut lebih suka memasak makanan yang rasanya pedas.
“Pusing juga kepala saya kalau harga rica mahal begini. Bisa-bisa saya akan masak enggak pedas seperti biasanya,” ujar Chenny Kartiawan, warga Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.
Chenny berharap persoalan harga rica ini dapat segera ditangani oleh instansi terkait. Supaya pengeluarannya untuk Pengucapan tidak lebih banyak.
“Kalau mau masak makanan yang pedas pasti pengeluaran saya untuk beli rica akan lebih banyak. Makanya saya berharap sekali supaya harga rica bisa berkurang sebelum Pengucapan,” tukasnya.
Sementara, pemerhati masyarakat Sulut Reyner Danielt mengatakan polemik harga rica bisa merugikan masyarakat. Terlebih masyarakat yang pendapatannya terbatas.
“Pemerintah daerah dan TPID Sulut harus segera intervensi pasar karena kalau harganya dibiarkan tidak bagus juga terhadap perekonomian masyarakat,” sebut Reyner.
Menurutnya, masyarakat saat ini lagi dipusingkan juga dengan kenaikan beberapa komoditi harga pangan lainnya. Sekali lagi dia berharap pemerintah mesti hadir membantu warganya.
“Masyarakat menunggu gebrakan pemerintah sebelum pemerintah dan semoga itu bisa terjadi,” pungkasnya.
(RG)







