MANADO, TayangManado.com – Kabar baik dari perbankan di Sulawesi Utara. Kinerja perbankan pada triwulan II tahun ini menunjukkan kinerja positif baik sisi pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, maupun kredit.
“Pertumbuhan aset tumbuh 4,93 persen, DPK tumbuh 4,92 persen, dan kredit meningkat 4,64 persen. Aset perbankan di Sulut tercatat Rp 102,93 triliun; DPK Rp 34,30 triliun; dan kredit Rp 54,18 triliun,” papar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Robert Sianipar, saat Media Update, kemarin.
IJK di Sulawesi Utara, lanjut Robert, mempunyai daya tahan yang cukup. Terlihat dari rasio permodalan dari lembaga jasa keuangan yang berkantor pusat di daerah seperti BPD dan BPR.
“Selain itu resiko kredit dari IJK relatif terjaga, ada di kisaran masing-masing 2,55 persen. Jadi masih di bawah treshold atau di bawah angka 5 persen,” jelasnya.
Menurutnya, lembaga jasa keuangan mengalami pertumbuhan, indikatornya yaitu pertumbuhan aset, DPK, dan juga kredit. Kemudian daya tahannya diukur dari ketahanan permodalan, kemudian resiko kreditnya atau NPL relatif terjaga.
Ia mengatakan, industri keuangan non bank, seperti dana pensiun, fintech landing, modal ventura, asuransi umum dan asuransi jiwa, juga menunjukkan data perkembangan yang positif.
“Selain itu pasar modal juga mengalami pertumbuhan. Indikatornya terilhat dari jumlah SID yang mengalami peningkatan. Di Sulut 19,6 persen,” pungkasnya.
(RG)







