MANADO, TayangManado.com – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado menggandeng Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), Pemerintah Provinsi Sulut, dan institui lainnya dalam Seminar Nasional Akhir Tahun 2025 di Kantor Perwakilan BI Sulut, Rabu 10 Desember 2025. Forum ini dipandang strategis karena memotret kondisi ekonomi Sulut terkini sekaligus memetakan arah kebijakan tahun 2026.
Ketua ISEI Manado Joy Tulung menuturkan peran ISEI sebagai mitra analitis pemerintah dan lembaga keuangan. Ia melaporkan ISEI memiliki 575 anggota, dengan 525 anggota aktif, dan terus mendorong kajian ekonomi berbasis data di daerah.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Reynold Asri memaparkan kinerja perekonomian daerah, kebijakan bauran BI, hingga proyeksi 2026. Salah satu sorotan besar adalah nilai ekspor Sulut yang menembus USD 1 miliar periode Januari–Oktober 2025, naik lebih dari 52%. Impor turun hampir 20%, membuat neraca perdagangan semakin kuat.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus—melalui Kadis Syaloom Korompis—menguatkan analisis BI dengan data pertumbuhan ekonomi Sulut yang mencapai 5,39% pada Triwulan III dan 5,55% secara kumulatif. Inflasi November berada di 0,65% (yoy) dan bahkan terjadi deflasi bulanan. BI juga menyoroti sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga yang kembali menguat. Wisman Oktober 2025 mencapai 6.500 orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 11,78 juta perjalanan sejak awal tahun.
Dari perspektif fiskal, Kakanwil DJPb Kemenkeu Hari Utomo memaparkan realisasi investasi yang mencapai Rp5,46 triliun, menyerap lebih dari 7.500 tenaga kerja, meski tingkat pengangguran masih berada di 5,99%.
Dalam sambutannya, Gubernur berharap ISEI dan BI tetap menjadi pilar pengarah kebijakan ekonomi Sulut. “Kami membutuhkan pemikiran ISEI dan BI sebagai kompas intelektual agar kebijakan daerah tepat sasaran dan adaptif,” ujarnya.
Dengan kolaborasi ISEI, BI, dan pemerintah daerah, seminar ini menjadi forum evaluasi ekonomi Sulut sekaligus ruang sinkronisasi langkah menuju 2026.
(RG)







