• Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Login
TayangManado
Advertisement
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
TayangManado
No Result
View All Result
Home Nusantara

Pascapemilu dan Jelang Ramadan WNA di Kalsel Stabil

Cahya Sumirat by Cahya Sumirat
3 May 2019
in Nusantara
0
Pascapemilu dan Jelang Ramadan WNA di Kalsel Stabil
Bagikan

KALSEL- Jumlah warga negara asing (WNA) pemegang izin tinggal keimigrasian di Kalimantan Selatan (Kalsel) pasca pemilihan umum dan menjelang bulan Ramadan jumlahnya relatif stabil.
Bahkan menjelang berlakunya Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 tentang Jenis dan Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM RI yang telah diundangkan pada tanggal 18 April 2019 dan harus mulai berlaku setelah 15 (lima) belas hari sejak diundangkan tepatnya tarif itu harus mulai diberlakukan tanggal 3 Mei 2019, yang di dalamnya antara lain mengatur tentang tarif denda kedaluwarsa izin keimigrasian (over stay) pun tak ada lonjakan.
“Jumlah WNA pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), IT Terbatas (ITAS), IT Tetap (ITAP) dan ITAS Perairan pada tanggal 1 Mei 2019 tercatat sebanyak 486 orang. Jumlah ini relatif stabil seperti biasanya karena angka WNA pemegang izin tinggal di Kalsel setiap bulannya selalu sekitar atau berada di bawah angka 500,” kata Dodi Karnida Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan Jumat, (3/5/2019).
Mereka itu ialah 9 orang pemegang ITK, 45 orang pemegang ITAS Maksimal 6 bulan, 397 orang pemegang ITAS 1 tahun, 14 orang pemegang ITAS 2 tahun, 19 orang pemegang ITAP dan 2 orang pemegang ITAS Perairan. Jika dirinci berdasarkan kewarganegaraan maka sebanyak 244 orang WN RRT, 49 orang Korea Selatan, 34 Malaysia, 29 Thailand, 12 Filippina dan lain-lain yang kesemuanya berasal dari 35 negara dari seluruh belahan benua seperti dari Somalia dan Maroko di Afrika dan Guyana di Amerika Latin sedangkan yang dominan berasal dari Asia.
“Jika dirinci berdasarkan maksud kunjungan, mereka antara lain sebanyak 201 orang Tenaga Ahli, 70 orang TKA Bidang Konstruksi dan Bangunan, 64 orang suami ikut isteri, 57 orang TKA Bidang Perindustrian, 41 orang pelajar/mahasiswa, serta 30 orang TKA Bidang Pertambangan dan Penggalian. Sedangkan pemodal dan TKA Bidang Kehutanan masing-masing 1 orang, Wisatawan Lanjut Usia 2 orang dan TKA Bidang Keagamaan 4 orang,“jelas Dodi.
Seiring dengan telah diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 28/2019 yang mengatur antara lain mengenai biaya keimigrasian, maka setelah ada petunjuk pelaksanaannya serta sistem pembayaran biaya keimigrasian sudah disesuaikan, para WNA pemegang izin tinggal ini harus membayar biaya keimigrasian dengan tarif baru termasuk jika izin tinggalnya kadaluwarsa (over stay) yaitu sebesar Rp1.000.000.- (satu juta rupiah) per hari yang sebelumnya hanya Rp300.000.- (tiga ratus ribu) per hari. Tetapi kepada WNA yang tidak mampu membayar atau jika over stay lebih dari 60 hari, maka kepadanya diberikan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendeportasian dan pencantuman namanya di dalam Daftar Penangkalan (black list).
Mengenai berapa banyak jumlah WNA yang melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, Dodi tidak bisa memberikan datanya karena data di dalam Sistem Informasi Keimigasian (SIMKIM) versi satu maupun SIMKIM versi dua yang saat ini sudah mulai diterapkan, tidak dikenal adanya klasifikasi WNA berdasarkan agama/kepercayaan.
Adapun terkait sebaran jumlah WNA di daerah di daerah, maka TKA terbanyak biasanya tinggal dan melakukan aktifitasnya berada di wilayah Kabupaten Tabalong.tm

Views: 274

Bagikan
Previous Post

Palilingan: Pemilu di Sulut Berjalan Baik dan Demokratis, Kendala Diatasi Sesuai Prosedur Hukum

Next Post

Pengamatan Rukhiyatul Hilal, Bulan Tak Terlihat di Langit Manado

Related Posts

Turis Belanda Meninggal Saat Diving di TN Komodo
Nusantara

Turis Belanda Meninggal Saat Diving di TN Komodo

by Cahya Sumirat
25 August 2025
Mengenal Kiai Abbas: Ulama Pejuang dari Buntet untuk Indonesia Merdeka
Nusantara

Mengenal Kiai Abbas: Ulama Pejuang dari Buntet untuk Indonesia Merdeka

by Cahya Sumirat
25 August 2025
Diduga Selingkuh, Pegawai Bandara Internasional Lombok Tewas Dibunuh Suami
Nusantara

Diduga Selingkuh, Pegawai Bandara Internasional Lombok Tewas Dibunuh Suami

by Cahya Sumirat
4 August 2025
Rayakan Idul Adha di Bontang dan Fakfak Bersama Pupuk Kaltim 
Nusantara

Rayakan Idul Adha di Bontang dan Fakfak Bersama Pupuk Kaltim 

by Cahya Sumirat
10 June 2025
GEMAH Menduga Oknum Anggota DPRD DKI Lakukan Pemerasan untuk Judi Sabung Ayam
Nusantara

GEMAH Menduga Oknum Anggota DPRD DKI Lakukan Pemerasan untuk Judi Sabung Ayam

by Cahya Sumirat
21 May 2025
Next Post
Pengamatan Rukhiyatul Hilal, Bulan Tak Terlihat di Langit Manado

Pengamatan Rukhiyatul Hilal, Bulan Tak Terlihat di Langit Manado

Please login to join discussion
TayangManado

© 2024 by TayangManado.com.

Tentang Kami

  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara

© 2024 by TayangManado.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In