MANADO, TayangManado.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara berkesinambungan mendorong pengembangan UMKM. Mereka memiliki tiga strategi utama dalam pengembangan UMKM.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto mengataakan strategi pertama yaitu Korporatisasi. Di sini BI berkolaborasi dengan berbagai instansi mendorong UMKM untuk meningkatkan skala ekonomi maupun nilai tambah, melalui penguatan kelembagaan dan perluasan mitra, seperti fasilitasi dan pendampingan sertifikasi halal UMKM.
“Kedua yaitu Kapasitas. Pada pilar ini kami mendorong UMKM melalui program edukasi dan pelatihan, mendampingi UMKM dalam pengelolaan usaha, pemasaran digital dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar global. Ketiga, Akses Pembiayaan di mana kami mendukung penguatan skema pembiayaan UMKM melalui kebijakan makroprudensial, seperti insentif bagi perbankan untuk mendorong penyaluran kredit bagi UMKM. Selain itu, kami juga turut mendukung pencatatan keuangan digital melalui Aplikasi SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dapat diterapkan oleh semua UMKM,” imbuh Joko.
Dengan peningkatan aspek korporatisasi, UMKM diharapkan dapat terintegrasi dengan ekosistem bisnis yang lebih besar dan lebih luas. Peningkatan aspek kapasitas akan membantu UMKM dalam mengembangkan inovasi produk, meningkatkan kualitas dan umemperkuat strategi pemasaran. Sementara, akses pembiayaan yang lebih luas akan memberikan modal yang cukup bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas usahanya.
Melalui kombinasi ketiga strategi ini, UMKM diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi antara BI, pemerintah, instansi terkait dan mitra strategis lainnya menjadi key driver dalam mengakselerasi pengembangan UMKM sebagai new source of growth. Perpaduan antara kebijakan dan program kerja diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berdaya saing.
“Dengan dukungan tersebut, UMKM dapat tumbuh lebih kuat, berkontribusi pada perekonomian nasional dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan serta perubahan lingkungan strategis yang selalu dinamis,” pungkas orang nomor 1 di BI Sulut ini.
(RG)






