• Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Login
TayangManado
Advertisement
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
TayangManado
No Result
View All Result
Home Headline

Jadi Komoditas Unggulan, Kementan Imbau Peternak Babi di Sulut Waspadai ASF

Cahya Sumirat by Cahya Sumirat
8 July 2021
in Headline
0
Jadi Komoditas Unggulan, Kementan Imbau Peternak Babi di Sulut Waspadai ASF
Bagikan

Rapat kewaspadaan ASF regional Sulawesi di Minahasa Utara, Kamis (02/07) lalu.(Foto: Dok. Karantina Pertanian Manado)

MANADO – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado menyebut adanya lonjakan lalu lintas komoditas daging babi yang meningkat signifikan sepanjang tahun 2021.

Dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Barantan, sampai Juni 2021 pengiriman daging babi asal Provinsi  Sulawesi Utara (Sulut) mencapai 653 ton, atau meningkat lima kali lipat dibanding lalu lintas pada periode sama di tahun sebelumnya yang hanya 108 ton saja.

Baca Juga:

  • Batik Air Resmi Buka Rute Penerbangan Baru Manado – Makassar

Di lain pihak, saat ini penyakit demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF) menjadi momok tersendiri bagi para peternak babi di Sulut. Pasalnya hingga saat ini, Sulut masih menjadi salah satu wilayah yang masih bebas ASF.

“Inilah yang harus kita waspadai dan tetap dijaga,” ujar Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado melalui keterangan tertulisnya, Selasa (6/7).

Baca Juga:

  • Kapolda Bersama Forkopimda Sulut Saksikan Simulasi Tanggap Bencana di Kawasan Megamas Manado

Menurut Donni, saat ini tujuan didominasi ke DKI Jakarta dan situasi ini sangat menguntungkan para pelaku agribisnis di wilayah kerjanya. Untuk itu, pihaknya melakukan kerjasama dengan seluruh entitas terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah yang sangat bahaya karena memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang tinggi, yaitu 100%,. “Apalagi Sulut juga memiliki posisi yang strategis sekaligus terjepit oleh wilayah yang terdampak termasuk negara tetangga Filipina,” jelasnya.

Saat menghadiri rapat kewaspadaan ASF regional Sulawesi di Minahasa Utara, Kamis (02/07) lalu, ketua Asosiasi Peternak Babi Sulut Gilbert Wantalangi, juga turut menyampaikan bahwa upaya pencegahan masuknya demam babi Afrika tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri, namun diperlukan sinergitas para pelaku usaha, peternak maupun pemerintah dalam upaya pencegahan masuknya ASF terutama di pintu-pintu pemasukan seperti pelabuhan dan bandara.

Baca Juga:

  • Tiga Bupati di Bolmong Raya Raih Penghargaan Kapolda Sulut

Wisnu Wasisa, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Barantan), yang juga hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut  menyebutkan langkah teknis yang telah diambil oleh Barantan.

Menurutnya, sejalan dengan tugas perkarantinaan dalam mengawasi keamanan dan mengendalikan mutu pangan dan pakan asal produk pertanian pihaknya telah menerapkan sistem pencegahan masuknya ASF dari wilayah wabah, melalui instruksi Kepala Barantan tentang Mitigasi Risiko Virus African Swine Fever (ASF), Classical Swine Fever (CSF) dan Swine Flu (Influenza A).

Baca Juga:

  • Sulut Kembali Lepas Ekspor Kelapa Parut Serentak ke Empat Negara

Dengan instruksi ini serta sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) untuk mengawal seluruh komoditas pertanian yang dilalulintaskan, maka setiap unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup Barantan wajib melakukan monitoring Influenza A pada babi yang dilalulintaskan di seluruh Indonesia.

Masih menurut Wisnu, upaya pencegahan yang dilakukan bersama yang didukung oleh seluruh instansi tersebut patut diperkuat, demi menjaga mobilitas bisnis komoditas daging babi khususnya wilayah Sulut yang kini menjadi harapan baru.

Baca Juga:

  • Kapolda Bersama Forkopimda Sulut Saksikan Simulasi Tanggap Bencana di Kawasan Megamas Manado

 “Ini benar-benar harus menjadi kesadaran bersama, mengingat resikonya tidak hanya melalui lalulintas babi hidup, tapi juga dari sisa makanan olahan yang berasal dari daerah tertular, ini harus menjadi kesadaan bersama-sama,” pungkas Wisnu.

Views: 355

Bagikan
Tags: babikarantina pertanian manadopenyakit
Previous Post

Kecelakaan Tunggal, Sopir Avanza Terpental hingga Tewas di Wangurer Kota Bitung

Next Post

Posko PPKM Berskala Mikro di Malalayang Dikunjungi Kapolda Sulut

Related Posts

Ekonomi & Bisnis

Transaksi QRIS di Bitung Sentuh Rp272,95 Miliar

by Ronald Theovani
9 February 2026
Ekonomi & Bisnis

All New Honda Vario 125 Diluncurkan, Tampil Lebih Sporti dan Modern

by Ronald Theovani
8 February 2026
TPID Bolmong Diminta Inovatif Kendalikan Inflasi
Ekonomi & Bisnis

TPID Bolmong Diminta Inovatif Kendalikan Inflasi

by Ronald Theovani
6 February 2026
Ekonomi Sulut Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,95 Persen
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Sulut Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,95 Persen

by Ronald Theovani
5 February 2026
Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Jadi PR Bersama
Headline

Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Jadi PR Bersama

by Ronald Theovani
5 February 2026
Next Post
Posko PPKM Berskala Mikro di Malalayang Dikunjungi Kapolda Sulut

Posko PPKM Berskala Mikro di Malalayang Dikunjungi Kapolda Sulut

Please login to join discussion
TayangManado

© 2024 by TayangManado.com.

Tentang Kami

  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara

© 2024 by TayangManado.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In