MANADO, TayangManado.com – Pemerhati masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) Reyner Danielt mengapresiasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut yang melakukan gerakan pangan murah (GPM) pada sejumlah wilayah di Sulawesi Utara. Langkah itu dinilai Reyner mampu menurunkan harga komoditi pangan.
“Sama yang saya sampaikan lalu bahwa harga pangan khususnya bawang merah, cabai rawit, dan tomat (barito) itu perlu diintervensi TPID. Makanya ketika TPID melakukan GPM saya pikir itu adalah langkah yang tepat, paling tidak sudah membantu warga di sekitar lokasi GPM,” sebut Reyner, hari ini.
Reyner mengatakan TPID Sulut harus selalu memperhatikan tingkat inflasi daerah ini sebagaimana tugas mereka. Sebab ketika inflasi tinggi yang dirugikan adalah masyarakat juga.
“Sinergi TPID itu harus ditingkatkan, jangan kendor supaya harga di pasar tidak dipermainkan,” sebutnya lagi.
Pria yang berprofesi sebagai advokat ini mencatat TPID juga masih perlu menekan harga tomat dan cabai rawit. Pasalnya kedua komoditi itu belum normal harganya.
“Saya perhatikan harga tomat masih Rp20 ribu-an per kilogram. Harga rica atau cabai rawit masih Rp70 ribu-an, berarti masih ada PR TPID Sulut yang perlu diperhatikan,” tukasnya.
(RG)







