MANADO, TayangManado.com – Bank Indonesia Sulawesi Utara mencatat penjualan properti residensial primer pada triwulan II 2025 nenurun 33,14% (yoy). Kondisi itu berbeda dengan triwulan sebelumnya yang naik 4,88%.
“Penurunan ini dipengaruhi penurunan penjualan rumah tipe kecil. Tapi penjualan rumah tipe besar meningkat dibanding periode sebelumnya,” kata Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto.
Dijelaskan Joko bahwa pendorong penurunan tersebut lebih didominasi karena kenaikan harga bahan bangunan. Selain itu karena suku bunga KPR.
“Faktor pajak, uang muka rumah, perizinan, dan keterbatasan lahan juga turut mempengaruhi,” pungaksnya.
(RG)






