Manado, TayangManado.com – Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) dan Patua (Petani Unggulan Sulawesi Utara) diharapkan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut.
Sebab, target dari Provinsi Sulut sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) pertumbuhan ekonomi menembus 6-7 persen. Sementara proyeksi Bank Indonesia (BI) berada pada 5,3-6,2 persen.
Target tersebut tidaklah mudah. Untuk mencapainya, berdasarkan hitung-hitungan BI Sulut, perlu ada kegiatan dengan nilai sekitar Rp14 triliun.
“Jadi kami berupaya mendorong bagaimana investor masuk ke Sulut. Nah, Patua dan Wanua menjadi salah satu bagaimana wujudkan yang ditargetkan itu,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Joko Supratikto pada Acara Apresiasi dan Penutupan Program Pelatihan Wanua dan Patua Tahun 2025 di Hotel Four Points Manado, Senin (3/11/2025).
Joko menambahkan petani dan wirausaha bukan hanya pelaku ekonomi. Tapi, menjadi pahlawan pembangunan.
“Bapak dan ibu yang menjaga rantai pasokan, buka lapangan pekerjaan, menggerakan ekonomi rakyat,” terang Joko.
Program ini, lanjut Joko, agar menghasilkan transformasi dari sisi produk hingga mindset petani dan wirausaha dalam pengembangan usaha.
Ia berharap para ‘alumnus’ program Patua dan Wanua yang berjumlah 228 orang, terdiri dari 84 Patua dan 144 Wanua tetap memiliki semangat yang tumbuh serta terus berinovasi dan berkarya untuk wilayahnya masing-masing.
“Kalian menjadi inspirasi bagi lingkungan karena membangun negeri menjadi tangung jawab kita bersama,” tukasnya.
Tak ketinggalan, Joko mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah serta pihak-pihak yang berkontribusi pada pelatihan tersebut. Diakuinya, sinergi dan kolaborasi yang erat antara semua pihak menjadi kunci keberlanjutan.
“Kolaborasi antara petani dan pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis akan membentuk ekosistem yang saling memperkuat dari hulu ke hilir,” pungkas Joko.
(RG)






