MANADO, TayangManado.com – Pelindo Regional 4 Manado berbenah menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Mereka memperbaiki sejumlah fasilitas pelabuhan yang terdampak cuaca ekstrem.
“Menjelang Lebaran nanti, yang paling pertama kami sedang mempersiapkan beberapa perbaikan fasilitas, khususnya fasilitas pelabuhan yang kemarin terkena cuaca buruk atau cuaca ekstrem. Targetnya akhir Februari ini selesai, sehingga saat proses angkutan Lebaran sudah mulus,” ujar GM Pelindo Regional 4 Manado Nurlayla Arbie saat bertemu wartawan, Rabu (18/2/2026).
Terkait proyeksi jumlah penumpang, Nurlaila mengaku belum dapat menyampaikan angka pasti. Namun, pihaknya optimist terjadi peningkatan signifikan seperti pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.
“Untuk sementara kami memang belum bisa memberikan angka, tetapi kami optimis akan terjadi kenaikan jumlah penumpang. Saat Nataru kemarin terjadi peningkatan hampir sekitar 30 persen, dan pada saat Lebaran kami memprediksi pola yang sama juga akan terjadi,” katanya.
Ia menambahkan, lonjakan penumpang biasanya terjadi pada kapal-kapal tujuan wilayah Maluku seperti Ternate dan Ambon. Karena itu, perbaikan dan kesiapan layanan difokuskan pada rute-rute tersebut.
“Perbaikan yang paling kami kejar adalah pada kapal-kapal yang biasanya mengalami peningkatan saat Lebaran, khususnya yang menuju ke area Maluku,” jelasnya.
Dari sisi pengamanan, Pelindo Regional 4 Manado juga memberlakukan sistem sterilisasi dan tap in tiket secara bertahap di area pelabuhan baru. “Kami melakukan sterilisasi bertahap sambil mempelajari bagaimana acceptance atau penerimaan masyarakat. Saat ini taping tiket sudah mulai berjalan, dan kami juga melakukan evaluasi terhadap alatnya agar bisa lebih mengakomodir proses taping sehingga lebih lancar,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Ella ini.
Ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan, seperti penumpang yang mencoba melakukan tap in untuk jadwal keberangkatan yang belum waktunya atau menggunakan tiket lama. “Kadang ada tiket yang baru berangkat beberapa hari ke depan tapi sudah ditappin hari ini, tentu itu belum bisa dilakukan. Ada juga yang mencoba tiket lama. Dari situ kami melihat perlu ada peningkatan pemahaman masyarakat,” katanya.
Meski begitu, Nurlaila menyebut mayoritas pengguna jasa sudah mulai memahami alur baru masuk terminal. “Sekarang orang mulai mengenal dan menerima sistem taping tiket. Yang penting rambunya jelas dan ada petugas yang berjaga. Sejauh ini berjalan cukup optimal,” tutupnya.
(RG)






