MANADO, TayangManado.com – Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah di depan mata. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Manado pun melakukan sejumlah pembenahan di Pelabuhan Manado guna menghadapi arus penumpang sepanjang periode Nataru kali ini.
Salah satu fokus utama Pelindo adalah penataan jalur masuk penumpang, baik yang datang langsung dari luar kawasan pelabuhan maupun dari dalam area parkir kendaraan. Jalur tersebut kini dipisahkan guna mencegah penumpukan di terminal.
General Manager PT Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Arbie, mengatakan penataan dilakukan sebagai bagian dari komitmen pelayanan dengan tagline #MelayaniSepenuhHati. “Pelabuhan Manado ini memang tergolong pelabuhan rakyat, tetapi volume penumpangnya sangat tinggi. Karena itu, kami ingin meningkatkan standar pelayanan agar setara dengan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia,” kata Nurlayla,
Selain pemisahan jalur, Pelindo juga menyiapkan akses khusus bagi penyandang disabilitas yang terpisah dari penumpang umum. Dari sisi keamanan, sistem autogate dan metal detector mulai diperkenalkan kepada pengguna jasa.
Saat ini, Pelabuhan Manado telah memiliki tujuh unit autogate system, termasuk autogate mobile yang dapat dioperasikan saat terjadi lonjakan penumpang. Meski awalnya direncanakan mulai berjalan 1 Desember 2025, implementasi penuh autogate dan metal detector ditunda hingga 29 Januari 2026.
“Kami sengaja menunda agar penumpang lebih terbiasa dulu. Saat diterapkan penuh nanti, mereka tidak kaget lagi,” jelas Nurlayla.
Masa Nataru juga kata Nurlayla dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi, seiring meningkatnya jumlah penumpang. “Pada Senin 15 Desember kemarin, jumlah penumpang berangkat tercatat mencapai 2.700 orang, meningkat dibanding rata-rata harian yang biasanya di bawah 2.000 penumpang,” kata Nurlayla.
Untuk menunjang kenyamanan lanjut Nurlayla Arbie, Pelabuhan Manado menyediakan lounge gratis di depan pintu masuk terminal. “Fasilitas ini dapat digunakan seluruh penumpang dan merupakan dukungan dari Danantara. Di kawasan Indonesia Timur, hanya dua pelabuhan yang memiliki lounge serupa,” ujarnya.
“Selain itu, Pelindo juga menyediakan troli gratis bagi penumpang yang membawa banyak barang, meski penggunaannya masih belum maksimal karena penumpang belum terbiasa,” sambungnya.
Lebih jauh, Nurlayla juga mengatakan, untuk penataan pedagang asongan turut menjadi perhatian. Seluruh pedagang yang beroperasi di kawasan pelabuhan kini telah terdata, menggunakan rompi, serta memiliki tanda pengenal resmi.
Nurlayla juga mengatakan dari sisi infrastruktur, kenyamanan penumpang turut ditingkatkan dengan pemasangan kanopi dari terminal menuju dermaga 5, 6, dan 7. “Area tunggu di luar terminal juga dilengkapi tempat duduk, sementara di dalam terminal tersedia ruang menyusui, ruang bermain anak, serta fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pelindo memastikan Pelabuhan Manado siap melayani arus penumpang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Untuk periode Nataru Desember 2025, Pelindo memproyeksikan total penumpang mencapai sekitar 76 ribu orang, dengan angka final akan ditetapkan saat posko Nataru resmi dibuka bersama KSOP,” pungkasnya.
(RG)







