MANADO, TayangManado.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat inflasi month to month di Sulawesi Utara sebesar 0,67% pada Januari 2026. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Januari 2026 adalah tomat sebesar 0,37%.
“Kemudian ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,19 persen; ikan malalugis/ikan sorihi sebesar 0,13 persen; ikan selar/ikan tude sebesar 0,09 persen; ikan deho sebesar 0,08 persen; daging babi sebesar 0,05 persen; daun bawang sebesar 0,04 persen; ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso sebesar 0,03 persen; ikan mujair sebesar 0,02 persen; bawang putih, Sigaret Kretek Mesin (SKM), cumi-cumi, ikan tuna, cakalang diawetkan, ikan kakap merah, ikan bubara, ikan ekor kuning, dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen,” kata Kepala Bagian Tata Usaha BPS Sulut Bhayu Prabowo, hari ini.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu: cabai rawit sebesar 0,41 persen, bawang merah sebesar 0,09 persen, cabai merah sebesar 0,04 persen, telur ayam ras sebesar 0,02 persen; daging ayam ras, jeruk nipis/limau, lemon, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sementara, untuk 4 kabupaten kota di Sulut, inflasi tertinggi secara mont to month terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,94%. Kota Manado berada di posisi kedua, Minahasa Selatan 0,37%, dan Kota Kotamobagu deflasi 0,12%.
(RG)







