MANADO, TayangManado.com – Sejumlah pelaku UMKM di Manado mengaku terbantu dengan adanya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikeluarkan Bank Indonesia beberapa tahun lalu. QRIS memudahkan pelaku UMKM bertransaksi dengan konsumen yang datang ke outlet mereka.
Seperti yang dikatakan pemilik Christine Klappertaart Elsje Crestine Sumangkut. “Kode QRIS kami siapkan membantu konsumen kami dalam membayar belanjaan mereka,” kata Christine, panggilan akrabnya.
Menurutnya tidak semua customer membawa uang tunai. Bahkan ada juga yang datang ke toko uang tunai yang dibawa tidak cukup sehingga mereka memilih menggunakan QRIS.
“Lebih cepat, lebih aman, dan tidak ada biaya tambahan,” imbuhnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto mengungkapkan hal ini menunjukkan masyarakat semakin terbiasa dengan pembayaran digital sehingga pada gilirannya dapat mengakselerasi transformasi menuju cashless society. Sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Utara merasakan dampak positif dari perkembangan QRIS, terutama di sektor pariwisata, perdagangan dan UMKM.
“Kota Manado yang merupakan pusat ekonomi mengalami peningkatan signifikan dalam adopsi QRIS, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan destinasi wisata, seperti Bunaken. Selain itu di Likupang dan Tomohon,” kata Joko, hari ini.
Dijelaskan Joko bahwa pada Desember 2024, terdapat lebih dari 486 ribu pengguna dan 303 ribu merchant QRIS dengan total volume transaksi QRIS mencapai 19,9 juta. Nilai ini merupakan capaian tertinggi kedua di wilayah Indonesia Timur.
Joko menyadari meskipun perkembangan QRIS sangat positif, masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan, terutama di daerah seperti Sulawesi Utara. Salah satu kendala utama adalah akses infrastruktur digital, terutama di wilayah kepulauan yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet.
“Selain itu, literasi digital masyarakat dan edukasi tentang pelindungan konsumen juga perlu ditingkatkan agar implementasi QRIS dapat berjalan optimal,” dia menambahkan.
Untuk merespons tantangan ini, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan mitra kerja lain untuk melakukan edukasi dan sosialisasi guna mendukung perluasan akseptasi masyarakat terhadap QRIS. Ke depan, QRIS akan terus dikembangkan termasuk kemungkinan integrasi ke teknologi baru. Dengan semakin meluasnya ekosistem QRIS, terutama QRIS Cross Border, Indonesia dapat semakin memperkuat posisi sebagai salah satu negara dengan sistem pembayaran digital yang maju di kawasan Asia Tenggara.
(RG)






