MANADO, TayangManado.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara telah memiliki 229 UMKM yang dibina hingga tahun 2025. Dari jumlah tersebut, UMKM BI Sulut terbagi menjadi 146 WANUA (Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara) dan 83 PATUA ( Petani Unggulan Sulawesi Utara).
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengatakan salah satu tugas BI kepada WANUA dan PATUA yaitu agar mereka dapat tersertifikasi halal. Menurutnya, sejauh ini sudah 114 UMKM binaan BI Sulut yang memiliki sertifikasi halal.
“Komoditas makanan/minuman dan kopi olahan telah memiliki sertifikasi halal,” ujar Joko.
Joko berharap pelaku-pelaku usaha yang mendapatkan pelatihan dari BI Sulut dapat naik kelas. BI Sulut sendiri menjalankan berbagai program pengembangan UMKM yang mengacu pada 3 pilar sebagai framework utama yaitu penguatan korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
Diketahui WANUA BI terdiri atas 102 UMKM Makanan/Minuman olahan, 21 UMKM Kerajinan/Kriya, 4 UMKM Fashion/Ready to Wear, 12 UMKM Kopi, dan 7 UMKM dengan komoditas lainnya yang tersebar di 12 Kabupaten Kota. Sedangkan PATUA terdiri atas 56 komoditas cabai, 9 tomat, 3 bawang merah, 6 padi, 3 jagung, dan 6 komoditas lainnya yang telah tersebar di 15 Kabupaten Kota.
(RG)






