• Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Login
TayangManado
Advertisement
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
TayangManado
No Result
View All Result
Home Ekonomi & Bisnis

Pelaku UMKM Mila Amelia Naik Kelas Berkat Dibina BI Sulut

Ronald Theovani by Ronald Theovani
13 September 2025
in Ekonomi & Bisnis, Headline
0
Pelaku UMKM Mila Amelia Naik Kelas Berkat Dibina BI Sulut

Mila Amelia saat berada di pameran yang diadakan Malaysia. Istimewa.

Bagikan

MANADO, TayangManado.com – Awalnya, Mila Amelia tidak pernah berpikir menjadi seorang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) terkemuka di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Mila Amelia saat itu hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Kesehariannya layaknya ibu rumah tangga pada umumnya. Dia melakoni perannya sebagai seorang istri dan ibu dengan penuh sukacita.

Salah satu kebiasaannya sebagai seorang ibu adalah menyiapkan bekal makanan bagi anaknya, Aisyah, untuk dibawa ke sekolah. Bekal ini ternyata menjadi daya tarik sendiri untuk teman-teman sekolah Aisyah. Mereka ikut mencicip bekal tersebut, dan rasanya mengena di lidah mereka.

Teman-teman sekolah Aisyah pun menceritakan kepada orang tua mereka bahwa suka dengan bekal itu. Dari cerita inilah maka Mila Amelia mulai menerima pesanan dari orang tua teman-temannya Aisyah agar dibuatkan menu yang sama untuk dibawa anak mereka ke sekolah.

“Dari saat itulah dalam pikiran saya mulai tercetus sebuah peluang untuk coba-coba jualan makanan. Waktu itu sekitar Oktober 2017,’ kata Mila kepada TayangManado.com, Sabtu (13/9/2025).

Dia mencoba memproduksi makanan segar yang dibekukan seperti fish katsu, bakso ikan, pempek, dan batagor. Dia melakukannya selama dua tahun lamanya.

“Tahun 2019 itu saya kesulitan dapat izin edar karena biaya uji laboratoriumnya cukup mahal. Jadi saya beralih membuat produk-produk kering seperti abon, alasannya abon itu izin edarnya lebih mudah,’ kata Mila.

Kali ini Mila mencoba menjualnya ke toko oleh-oleh. Sebab dia mulai bosan menjual dari satu pintu ke pintu lainnya sambil berharap produknya jadi daya tarik wisatawan. Upayanya cukup lancar sampai pandemi COVID-19 menerjang Indonesia tahun 2020.

“Semua abon saya diretur toko oleh-oleh karena pada kadaluarsa tidak ada yang beli saat pandemi. Turis-turisnya waktu itu enggak ada yang datang ke Manado,” tutur dia sambil tersenyum mengingat kisahnya itu.

Kejadian tersebut tidak membuatnya putus asa. Ikhtiarnya kuat sehingga dia kembali berinovasi dengan membuat coconut chips yang diberi nama Badonci. Mila mengambil nama Badonci dari Bahasa Manado yang berarti menari atau joged.

“Waktu itu saya jualannya secara daring karena saat pandemi tidak bisa ke mana-mana, cuma di rumah. Terus saya memilih membuat produksi lain seperti aneka sambal, abon, dan lain sebagainya. Saya juga kasih promo-promo dan ternyata omsetnya melambung, bayangkan biasanya kisaran Rp 2 juta, nah waktu itu bisa sampai Rp7 juta,” sebut istri dari Jusup Kaban ini.

Pada tahun yang sama, Mila mendaftar sebagai calon peserta Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) Sulawesi Utara. Dengan penuh keyakinan dia mengikuti tahapan demi tahapan. Dari 80 orang yang ikut, dia berhasil menjadi 5 terbaik dari 21 wisudawan WUBI Sulut 2021.

“Terus terang, pas daftar BI, omset baru sekitar Rp 5 juta, kemudian setelah didampingi sepanjang 1 tahun omset saya naik 300 persen. Produknya ikut banyak variannya juga,” tambah dia.

Badonci Coconut Chips

Dia bersyukur, pendampingan BI Sulut membuka pola pikirnya menjadi baru. Selain itu kapasitas dirinya juga ikut meningkat pasca menjadi WUBI.

“Ternyata pola pikir itu mempengaruhi semua hal. Kalau itu sudah baik maka semuanya akan mengikuti. Jadi pola pikir itu kuncinya, dan itu berawal dari Bank Indonesia. Tidak memuji tapi itu realita yang saya alami, jadi benar-benar pendampingan BI berdampak baik bagi seluruh peserta WUBI,” kata dia lagi.

Kini produk olahannya sudah dijual di beberapa ritel modern, bahkan sampai berskala nasional. Selain itu, pesanan dari beberapa negara sudah dia terima.

“Sekarang ini tinggal selangkah lagi untuk ekspor. Bersyukur sudah ada 2 pembeli dari China dan Singapura  yang mau pesan. Saya juga beberapa waktu lalu ikut pameran yang difasilitasi kementerian dari Malaysia dan Brunei Darussalam, itu karena lolos kurasi nasional,’ pungkas perempuan berusia 48 tahun yang usahanya sudah berbadan hukum dengan nama PT Badonci Kawanua Jaya ini,” pungkasnya.

BI Sulut Konsisten Bina UMKM

Kisah sukses Mila Amelia tidak lepas dari peran Bank Indonesia Sulawesi Utara yang konsisten membina UMKM di Bumi Nyiur Melambai. Sampai tahun ini, BI Sulut sudah membina 229 UMKM yang ada di daerah ini. Persebarannya pun sudah menyentuh 15 kabupaten kota se_Sulut.

Yang berbeda hanyalah nama penyebutan dari himpunan pelaku-pelaku UMKM itu sendiri. Tahun 2020, namanya identik dengan WUBI dan PUBI (Petani Unggulan Bank Indonesia). Berapa tahun terakhir nama itu diganti menjadi Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (WANUA) dan kedua yaitu PATUA ( Petani Unggulan Sulawesi Utara).

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menjelaskan saat ini 229 UMKM binaan BI Sulut terdiri atas 146 WANUA dan 83 PATUA. Adapun WANUA terdiri atas 102 UMKM makanan/minuman olahan, 21 UMKM kerajinan/kriya, 4 UMKM pakaian jadi, 12 UMKM Kopi, dan 7 UMKM dengan komoditas lainnya yang tersebar di 12 kabupaten kota. Sedangkan PATUA terdiri atas 56 komoditas cabai, 9 tomat, 3 bawang merah, 6 padi, 3 jagung, dan 6 komoditas lainnya yang telah tersebar di 15 kabupaten kota.

Joko menjelaskan BI Sulut turut menjalankan berbagai program pengembangan UMKM yang mengacu pada 3 pilar sebagai framework. Pertama penguatan korporatisasi, kemudian peningkatan kapasitas, dan terakhir yaitu perluasan akses pembiayaan.

Patua dan Wanua sendiri adalah program yang merupakan serangkaian pelatihan sejak tahun 2020 dan pada menyasar pada UMKM sektor fashion, kerajinan serta makanan dan minuman olahan khas daerah untuk program WANUA serta kelompok tani pangan strategis untuk program PATUA.

“Pendekatan pelatihan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, menyesuaikan tahapan perkembangan usaha mulai dari kelompok subsisten hingga pelaku ekspor,” jelas Joko.

Rangkaian program pelatihan PATUA WANUA dimulai dari tahap open recruitment, dilanjutkan dengan kurasi dan boothcamp, in-class training dan sekolah lapang khusus PATUA, business matching pembiayaan bersama perbankan, business matching perdagangan dengan offtaker, promosi perdagangan melalui berbagai pameran baik lokal, regional, nasional hingga ke luar negeri, monitoring perkembangan produksi, studi visit ke champion untuk memperkaya referensi, dan penutupan program di akhir tahun. Beberapa kegiatan juga dilakukan mengacu pada 3 pilar pengembangan UMKM BI.

“Di antaranya fasilitasi pembentukan Koperasi Wale Tani Mapalus (WTM) sebagai wadah para alumni PATUA untuk membeli hasil produksi pertanian untuk dikerjasamakan dengan offtaker, fasilitasi pembentukan / pengurusan legalitas usaha seperti (NIB), business matching perluasan pasar dengan retail modern, promosi perdagangan melalui kegiatan pameran skala nasional dan internasional, kurasi Aspek People dan Produk oleh praktisi ahli,Inclass Training dan Sekolah Lapang Pertanian, Company visit UMKM ke local champion, Business Matching Pembiayaan dengan Bank Konvensional dan Syariah, sosialisasi SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) untuk perbaikan pencatatan keuangan UMKM, dan beberapa lainnya,” ujarnya.

Joko Supratikto

BI Sulut, kata dia, juga memfasilitasi beberapa hal seperti memfasilitasi perluasan akses pasar, fasilitasi legalitas dan sertifikasi usaha, dan masih banyak lagi. Hasil pembinaan BI ini sudah terlihat, contohnya ada 114 UMKM binaan BI Sulut untuk komoditas makanan/minuman dan kopi olahan telah memiliki sertifikasi halal.

“UMKM binaan kami juga sudah ada yang ekspor ke luar negeri,” jelasnya.

Bank Indonesia menargetkan UMKM di Sulut menjadi pelaku usaha yang berdaya saing global, adaptif, dan inklusif melalui berbagai program strategis yang menyasar pada 3 pilar pengembangan UMKM BI

(Koorporatisasi, Kapasitas dan Pembiayaan) yang dikemas dalam PATUA WANUA di

Sulawesi Utara. Harapannya, UMKM Sulut mampu naik kelas dengan meningkatkan

kualitas produk, memperkuat branding, dan memperluas pasar, termasuk menembus

pasar ekspor.

Dalam pelaksanaanya BI turut berkolaborasi bersama dengan berbagai stakeholder dan mitra strategis. BI juga mendorong transformasi digital UMKM melalui pemanfaatan QRIS dan ekosistem pembayaran non-tunai untuk meningkatkan efisiensi transaksi, sekaligus memperkuat legalitas usaha dengan fasilitasi sertifikasi halal, HAKI, serta pembinaan manajemen. Dengan pendekatan end-to-end, diharapkan UMKM Sulut dapat mengoptimalkan potensi lokal, memaksimalkan akses pembiayaan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan.

(RG)

 

Views: 289

Bagikan
Tags: BadonciBI SulutJoko supratiktoMila Amelia
Previous Post

114 UMKM Binaan BI Sudah Tersertifikasi Halal

Next Post

Kementerian ATR/BPN Jaga Eksistensi Hak Adat Lewat Pendaftaran Tanah Ulayat di Jambi

Related Posts

Tingkatkan Layanan Saat Nataru, Pelindo Kebut Pembenahan di Pelabuhan Manado
Ekonomi & Bisnis

Tingkatkan Layanan Saat Nataru, Pelindo Kebut Pembenahan di Pelabuhan Manado

by Ronald Theovani
17 December 2025
BRI HUT ke-130, Group CEO: Laba Bersih Capai Rp36,6 Triliun
Ekonomi & Bisnis

Satu Bank untuk Semua Jadi Semangat Baru BRI Tingkatkan Layanan Seluruh Segmen Nasabah

by Ronald Theovani
16 December 2025
BRI HUT ke-130, Group CEO: Laba Bersih Capai Rp36,6 Triliun
Ekonomi & Bisnis

BRI HUT ke-130, Group CEO: Laba Bersih Capai Rp36,6 Triliun

by Ronald Theovani
16 December 2025
Ayo Manfaatkan Diskon Tarif Tol Manado Bitung Mulai 22 Desember
Ekonomi & Bisnis

Ayo Manfaatkan Diskon Tarif Tol Manado Bitung Mulai 22 Desember

by Ronald Theovani
16 December 2025
EVening Ride, Honda ICON e:, EM1 e:, dan CUV e: Hadirkan Kenyamanan Motor Listrik di Perkotaan
Ekonomi & Bisnis

EVening Ride, Honda ICON e:, EM1 e:, dan CUV e: Hadirkan Kenyamanan Motor Listrik di Perkotaan

by Ronald Theovani
16 December 2025
Next Post
Kementerian ATR/BPN Jaga Eksistensi Hak Adat Lewat Pendaftaran Tanah Ulayat di Jambi

Kementerian ATR/BPN Jaga Eksistensi Hak Adat Lewat Pendaftaran Tanah Ulayat di Jambi

Please login to join discussion
TayangManado

© 2024 by TayangManado.com.

Tentang Kami

  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara

© 2024 by TayangManado.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In