MANADO, TayangManado.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara membina 229 UMKM sejak 2020 hingga tahun ini. UMKM binaan BI Sulut yang identik dengan nama Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (WANUA) dan kedua yaitu PATUA ( Petani Unggulan Sulawesi Utara) ini terus didorong untuk ekspansi, salah satunya ke luar negeri atau ekspor.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto mengaku sejumlah PATUA dan WANUA sudah ekspor olahan produksinya sejak 2023. Sebut saja CV Narasi Pangan dengan produk vanilla beans dan olahan turunan vanillanya telah melakukan ekspor di 2 negara.
“Pada Agustus 2025, CV narasi pangan juga telah melakukan MOU dengan Jepang,” kata Joko, hari ini.
Selain itu ada Yofly Smoke of the Seas dengan produk cakalang fufu. Mereka aktif melakukan ekspor ke USA. Tak mau kalah dengan lainnya adalah UD Lyvia Nusa Boga dengan produk olahan sambal, abon dan cemilan.
“Ibu Lyvia ekspor ke China,” jelasnya.
Pada Agustus kemarin terdapat UMKM yang telah melakukan MOU dengan potensial buyer di Tiongkok, One Belt and One Road Internasional Group. Mereka adalah UD. Lyvia Nusa Boga, PT. Ramantha Kawanua Indonesia, PT. Badonci KawanuaJaya, UKA. Craft dan PT. Wale gonofu Minaesa.
(RG)






