MANADO, TayangManado.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus memperkuat komitmen mewujudkan Universal Coverage (UC) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) melalui sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tondano. Dalam rapat optimalisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, capaian UC Jamsostek Mitra mendapat sorotan positif karena berhasil berada di posisi kedua terbaik di Sulawesi Utara.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tondano, Stephano Liuw, mengungkapkan Kabupaten Minahasa Tenggara saat ini sudah mencapai 85,10 persen kepesertaan dari total potensi tenaga kerja sebanyak 33.754 orang. Sebanyak 27.025 pekerja telah terlindungi, sementara 6.729 pekerja masih berada di luar sistem jaminan sosial.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan perlindungan pekerja. Capaian ini menunjukkan keseriusan seluruh perangkat daerah dan kami sangat mengapresiasi dukungan tersebut,” ujar Stephano saat pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Pelaksanaan Jamsostek bagi Pekerja Segmen Jasa Konstruksi di Kabupaten Mitra Tahun 2025, di Manado, hari ini.
Ia menambahkan, peningkatan kepesertaan menjadi modal penting bagi Minahasa Tenggara untuk bersaing dalam Paritrana Award tahun mendatang. BPJS Ketenagakerjaan menilai masih ada ruang percepatan, terutama sektor informal dan pekerja rentan.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Minahasa Tenggara, David Lalandos, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat capaian UCJ hingga 2026. Salah satunya melalui penguatan regulasi pada setiap perangkat daerah serta optimalisasi anggaran perlindungan tenaga kerja rentan.
“Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah siap melanjutkan dukungan hingga 2026, termasuk melalui kerja sama lintas perangkat daerah dan pemerintah desa,” kata David.
Ia juga menyinggung rencana pembangunan fisik pada tahun 2026, seperti peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah dari tipe D menjadi tipe C. Menurutnya, seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam proyek-proyek ini akan dipastikan mendapatkan perlindungan jaminan sosial sejak awal.
(RG)






