• Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Login
TayangManado
Advertisement
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara
No Result
View All Result
TayangManado
No Result
View All Result
Home Headline

Sulut Ekspor 6000 Ton Bungkil Kelapa ke India

Cahya Sumirat by Cahya Sumirat
20 June 2020
in Headline
0
Sulut Ekspor 6000 Ton Bungkil Kelapa ke India
Bagikan

Pejabat Karantina Pertanian Manado memeriksa 6000 ton bungkil kelapa dan pengawasan perlakuan fumigasi menggunakan fosfin (PH3).foto/ist

MANADO – Bungkil kelapa atau copra expeller masih dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado menjamin kesehatan dan keamanan bungkil kelapa sebelum diekspor ke India.

Baca Juga:

  • Jokowi Berencana Bentuk Kementerian Investasi dan Ekspor

Sebelum pengiriman, pejabat Karantina Pertanian Manado memeriksa 6000 ton bungkil kelapa dan pengawasan perlakuan fumigasi menggunakan fosfin (PH3). Tujuan utama fumigasi adalah untuk mensucihamakan pada komoditas sehingga tidak ada serangga yang ikut dilalulintaskan. Hal ini merupakan persyaratan dari negara tujuan, sehingga dapat diterbitkan phytosanitary certificate (PC).

“Bungkil kelapa merupakan sisa atau limbah dari proses pembuatan minyak kelapa. Di Sulawesi Utara, bungkilnya masih ada yang dibuang begitu saja. Padahal memiliki nilai ekonomi bagi petani kelapa selain bentuk olahan berupa minyak kelapa sawit, ampas sawit, minyak kelapa, dan tepung kelapa,” tutur Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga:

  • Ibu Negara Buka Pameran Kriyanusa, Delegasi Sulut Unggulkan Kerajinan Unik

Menurut Donni komoditas pertanian di Sulut memiliki potensi ekspor. Karantina Pertanian Manado akan terus mendorong akselerasi dan peningkatan ekspor terutama komoditas non migas salah satunya melalui sistem pemeriksaan di instalasi karantina tumbuhan (IKT).

Pemeriksaan di IKT dapat memangkas waktu, dan proses ekspor. Lokasi IKT tentunya sudah dilakukan penilaian oleh tim teknis karantina agar memenuhi standar sebagai tempat tindakan karantina.(tim)

Views: 314

Bagikan
Tags: eksporindiakopra
Previous Post

Pembayaran TTP ASN di Talaud Terhambat di Data dan Jaringan

Next Post

Warga Kecamatan Rainis Panen Cengkih di Masa Pandemi Covid-19

Related Posts

Karantina Sulawesi Utara Tahan Daging Anjing Ilegal
Headline

Karantina Sulawesi Utara Tahan Daging Anjing Ilegal

by Cahya Sumirat
10 April 2026
Ekonomi & Bisnis

BI Sulut Siapkan Uang Tunai Rp1,4 Triliun Penuhi Kebutuhan Masyarakat Sambut Lebaran

by Cahya Sumirat
19 February 2026
Bandara Sam Ratulangi Hadirkan Hiburan Spesial Rayakan Imlek
Ekonomi & Bisnis

Bandara Sam Ratulangi Hadirkan Hiburan Spesial Rayakan Imlek

by Cahya Sumirat
18 February 2026
Headline

Kalah Lawan Girona, Barcelona Gagal Ambil Alih Klasemen Liga

by Cahya Sumirat
17 February 2026
Ekonomi & Bisnis

Terbang Gunakan TransNusa, 134 Wisatawan Taiwan Mendarat di Manado

by Cahya Sumirat
15 February 2026
Next Post
Warga Kecamatan Rainis Panen Cengkih di Masa Pandemi Covid-19

Warga Kecamatan Rainis Panen Cengkih di Masa Pandemi Covid-19

Please login to join discussion
TayangManado

© 2024 by TayangManado.com.

Tentang Kami

  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Seputar Sulut
  • Nusantara

© 2024 by TayangManado.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In