MANADO, TayangManado.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara turut menjalankan berbagai program pengembangan UMKM. Selama menjalankannya, BI Sulut mengacu pada 3 pilar sebagai framework utama yaitu penguatan korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
“Koorporatisasi di sini adalah peningkatkan skala ekonomi maupun nilai tambah UMKM,
melalui penguatan kelembagaan dan perluasan mitra,” Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto menjelaskan.
Dari koorporatisasi kegiatannya meliputi memfasilitasi pembentukan Koperasi Wale Tani Mapalus (WTM) sebagai wadah para alumni PATUA untuk membeli hasil produksi pertanian untuk dikerjasamakan dengan offtaker. BI juga memfasilitasi pembentukan/pengurusan legalitas usaha seperti NIB, Sertifikasi Halal, HAKI, Good Manufacturing Processes (GMP), HACCP.
“Business Matching perluasan pasar dengan retail modern, Perumda, hotel, restoran, hingga ke aggregator ekspor. Bahkan kita juga melakukan promosi perdagangan melalui kegiatan pameran skala nasional dan internasional.
Terkait pilar kedua yaitu Kapasitas, BI meningkatkan keilmuan pelaku usaha secara end to end mulai dari sisi hulu produksi/budidaya hingga ke manajemen pemasaran). Kegiatannya antara lain kurasi aspek people dan produk oleh praktisi ahli, inclass iraining dan Sekolah Lapang Pertanian, serta masih banyak lainnya.
“Pilar ketiganya adalah pembiayaan, di mana kami mendorong stabilitas sistem keuangan melalui peningkatan akses pembiayaan UMKM,” sebutnya.
“Kegiatannya antara lain Business Matching Pembiayaan dengan Bank Konvensional & Syariah, sosialisasi SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) untuk perbaikan pencatatan keuangan UMKM, pengkinian dan pembaharuan database UMKM potensial dibiayai (BISAID),” pungkas Joko.
(RG)






